PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA DESA TEMBONGRAJA 2020

VIRUS Covid-19

SEJARAH SINGKAT

Awal kemunculannya virus ini berasal dari negri tirai bambu china, letaknya yaitu di propinsi wuhan. seiring berjalannya waktu virus ini mulai menyebar ke berbagai negara dan dalam waktu beberapa bulan saja virus ini sudah menyebar mencapai di 200 negara, tak terkecuali indonesia.

KEADAAN DARURAT KORONA

Di indonesia sendiri awal terdeteksi virus korona yaitu pada bulan maret dan hanya butuh waktu satu bulan saja masyarakat yang terpapar oleh virus korona mencapai 1000 lebih. dengan kejadian ini tentu saja menjadi ancaman besar bagi pemerintah indonesia. pada akhirnya pemerintah pusatpun terfokus pada permasalahan ini dengan mengintruksikan jajaran dibawahnya untuk melakukan pencegahan penyebarannya. tidak terkecuali di Desa tembongraja yang turut terfokus pada pencegahan virus ini tentu saja dengan langkah yang sudah direncanakan dan ditetapkan usai pembentukan GUGUS TUGAS Penanggulangan Penanganan Covid-19 Desa Tembongraja.

Adapun susunan kepengerusannya adalah sebagai berikut :

Ketua : Darno susanto, S.IP (Kepala desa Tembongraja)

Wakil : Abdulatif, S.Pd.I (Ketua BPD)

Sekretaris : Kasno efendi (Sekertaris Desa)

Bendahara : Eni trisnawati

Ketua bidang pemantauan ODP : Yayah Hopiah (Bidan Desa)

Anggota : Ketua RW dan Ketua RT Sedesa tembongraja

Ketua Bidang sosialisasi : Ky Lutfi hamid (tokoh agama desa)

Anggota : seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat desa tembongraja.

usai terbentuk kepengurusan timpun langsung bergerak dengan melaksanakan sosialisasi ke seluruh dusun yang ada dengan wawar bersama tim sosisalisasi. esoknya langsung dibentuk posko pelaporan bagi para perantau dari luar desa tembongraja yang mudik karna dampak virus korona guna pemantauan masyarakat agar desa memiliki data warga yang bisa dilaporkan kepada tingkat kecamatan dan puskesmas salem. setelah itu tim gugus juga memfasilitasi penyemprotan disinfektan difasilitas ibadah seluruh dusun yang ada ditembongraja dengan menyediakan disinfektan dari pemerintah desa dan diserahkan secara langsung kepada para tokoh agama yang ada di masing-masing dusun.